SULBAR,ikagawanews.id – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat terus berupaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggotanya melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi.
Kali ini, Polda Sulbar menggelar Pelatihan Manajemen Risiko yang berlangsung di Ballroom Hotel D’Maleo Mamuju, Kamis (7/5/26).
Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama dan personel yang ditunjuk, dengan tujuan membekali peserta kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola potensi risiko dalam setiap pelaksanaan tugas maupun kegiatan organisasi.
Acara dibuka dengan penyampaian materi awal oleh Irwasda Polda Sulbar. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa risiko adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang dapat berdampak terhadap tujuan organisasi, yang terdiri dari unsur kejadian, kemungkinan terjadi dan dampaknya.
“Setiap kegiatan pasti memiliki risiko. Contoh sederhananya seperti risiko kebakaran di SPBU atau bahaya penggunaan HP saat mengisi BBM. Oleh karena itu, kita harus melakukan langkah pencegahan sejak dini,” tutur Irwasda.
Lebih lanjut dijelaskan, manajemen risiko sangat krusial dalam pelayanan publik untuk menjaga kualitas dan reputasi instansi. Risiko dinilai secara kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan prioritas penanganan.
Pengelolaan ini menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pimpinan hingga pelaksana, agar kerja lebih efektif dan siap menghadapi audit.
Sementara itu, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H., hadir langsung dan menekankan betapa pentingnya ilmu manajemen risiko ini. Menurutnya, ilmu ini memiliki nilai yang sangat mahal dan bermanfaat besar dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas.
“Dalam setiap perjalanan dan kegiatan pasti ada risiko. Kita harus paham dan mampu mengantisipasinya. Hari ini bukan hanya kalian yang belajar, saya pun belajar bersama. Ilmu ini harus disampaikan kembali ke seluruh jajaran,” tegas Kapolda.(Red/Hum)
