KALSEL,ikagawanews.id – Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Noviar, S.I.K., memimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Posko Pantau Desa Pengayuan, Kabupaten Banjar, Rabu (26/8/2026) pukul 08.00 WITA.
Jajaran pejabat daerah dan unsur TNI-Polri turut hadir mendampingi, di antaranya Kepala BPBD Kalsel, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Kadisbunnak Kalsel, Kasi Ops Korem 101/Antasari, serta Pejabat Utama Polda Kalsel.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam arahannya Wakapolda Kalsel menjelaskan bahwa penanganan Karhutla ini diselaraskan secara berjenjang dari pusat hingga daerah, mulai dari Menko Pangan, Gubernur Kalsel, Kapolda, Danrem, hingga seluruh jajaran teknis di lapangan.
“Satuan tugas (Satgas) terpadu yang dibentuk difungsikan sebagai satuan pemukul untuk pemadaman di samping tetap mengedepankan upaya pencegahan. Operasi ini berlangsung selama 14 hari terhitung sejak hari apel digelar,” ujarnya.
Menghadapi tantangan kawasan Pengayuan yang membentang hampir 900 hektar, Polda Kalsel bersama instansi terkait menerapkan beberapa langkah teknis mendesak:
– Penyediaan Sumber Air Portable: Membangun kolam penampungan atau embung portable berkapasitas 12.000 liter per titik sebagai solusi krisis air. Penentuan lokasi titik embung berkoordinasi langsung dengan BNPB dan tim teknis.
– Manajemen Shift Personel: Pembagian jadwal kerja diatur ketat guna menjaga efektivitas kerja, efisiensi tenaga anggota, serta optimalisasi sarana dan prasarana.
– Dukungan Alutsista: Pemenuhan dan penambahan keterbatasan peralatan pemadaman terus dicukupi secara bertahap.
– Keterlibatan Lintas Fungsi: Satgas terpadu turut melibatkan unsur struktural Polda Kalsel, mulai dari Satuan Lalu Lintas, Tim Kesehatan, hingga Penegakan Disiplin (Provos).
Wakapolda Kalsel menegaskan agar seluruh personel proaktif. Seluruh pergerakan pasukan wajib terkoordinasi dan berdasarkan perintah resmi—tidak diperbolehkan ada tim atau individu yang bekerja sendiri-sendiri tanpa garis komando Satgas.
Fokus dan sinergitas antar-unsur menjadi kunci utama agar operasi penanggulangan Karhutla selama 14 hari ke depan berjalan efisien, efektif, serta memberikan dampak maksimal bagi lingkungan masyarakat.(Red/Hum)
