NTB,ikagawanews.id – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memperkuat pendekatan humanis kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Keliling di Masjid Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Kabupaten Lombok Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., mengajak para tokoh agama, pengasuh pesantren, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan kekerasan terhadap anak.
Kegiatan yang diikuti Wakapolda NTB beserta seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda NTB tersebut merupakan implementasi program Quick Wins Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat melalui komunikasi langsung dan pendekatan yang lebih dekat.
Dalam sambutannya, Kapolda NTB menyampaikan bahwa Jumat Keliling tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat.
“Melalui pertemuan langsung seperti ini, kami dapat mendengarkan aspirasi, memahami persoalan yang berkembang, sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.
Irjen Kalingga menilai, keterlibatan tokoh agama dan lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan sosial, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi mengancam masa depan generasi muda.
Salah satu perhatian yang disampaikan Kapolda adalah bahaya penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, narkoba bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta membawa dampak buruk bagi keluarga dan lingkungan sosial.
“Pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari keluarga, pendidikan agama, pengawasan pergaulan, serta pembentukan karakter anak sejak dini,” tegas Kapolda NTB.
Selain persoalan narkoba, Jenderal Bintang Dua itu juga menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak, khususnya di lingkungan pendidikan dan pondok pesantren.
Ia mengajak para pengasuh, tenaga pendidik, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan santri untuk bersama-sama memastikan lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menurut Irjen Kalingga Rendra, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki karakter kuat.
Karena itu, perlindungan terhadap anak harus menjadi perhatian bersama agar proses pendidikan dan pembinaan berlangsung dalam suasana yang aman serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan membangun masa depan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah segala bentuk kekerasan serta memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan yang semestinya,” ujar Kapolda NTB.
Kapolda NTB juga mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk tidak ragu membangun komunikasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan anak-anak di lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, Polda NTB berharap kemitraan antara Polri, tokoh agama, pengasuh pesantren, dan masyarakat semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, melindungi anak dari kekerasan, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
“Program Polisi Bersama Masyarakat menjadi wujud komitmen Polda NTB untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya melindungi dan mempersiapkan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik,” Pungkas Irjen Kalingga.(Red/Hum)
