H-1 Race MotoGP Mandalika, Kapolda NTB Pantau Kesiapan Personel Pengamanan

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H

NTB,ikagawanews.id – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., melakukan pengecekan kesiapan personel yang bertugas pada hari pertama pengamanan rangkaian event MotoGP 2026 di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (08/10/2026).

Pengecekan dilakukan melalui aplikasi Sistem Operasi Terpadu (SOT) Polri dari Command Centre Polda NTB. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan personel berada di lokasi penugasan masing-masing dan pelaksanaan tugas pengamanan berjalan sesuai dengan rencana operasi.

“Melalui SOT Polri, kami dapat memantau keberadaan personel sekaligus perkembangan pelaksanaan pengamanan di lapangan. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan personel berada di titik penugasan dan melaksanakan tugas sesuai dengan rencana operasi,” ujar Kapolda NTB.

Dengan dukungan sistem pemantauan berbasis teknologi tersebut, Kapolda NTB dapat melihat perkembangan situasi serta keberadaan personel yang melaksanakan pengamanan di sejumlah titik di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika.

Pemantauan dari Command Centre Polda NTB menjadi bagian dari pengawasan dan pengendalian pelaksanaan operasi. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan secara terintegrasi terhadap pelaksanaan tugas personel di lapangan selama rangkaian MotoGP 2026 berlangsung.

Kapolda NTB juga menekankan kepada seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Dalam pelaksanaan pengamanan, personel diminta tetap mengedepankan sikap humanis serta menjaga keamanan dan ketertiban di tengah aktivitas masyarakat maupun pengunjung event.

“Setiap personel harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sikap humanis, serta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya event MotoGP Mandalika,” tegas Kalingga.

Pemanfaatan SOT Polri menjadi salah satu bentuk pengawasan dan pengendalian operasi secara terintegrasi guna mendukung pelaksanaan pengamanan yang optimal. Melalui sistem tersebut, pimpinan dapat memantau pelaksanaan tugas personel dan perkembangan situasi di lapangan.

“Teknologi ini kami manfaatkan untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian operasi. Namun, pelaksanaan tugas di lapangan tetap menjadi hal utama, sehingga setiap personel harus bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan humanis,” pungkas Kapolda NTB.(Red/Hum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *