KALSEL,ikagawanews.id – Upacara Penutupan Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 resmi digelar di Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin (25/5/2026).
Upacara sakral ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Komandan Pasukan (Danpas) Pelopor Korbrimob Polri Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra P. J.
Acara penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian latihan berat yang telah berlangsung selama 8 hari. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel serta para Kapolres/ta jajaran sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas personel.
Dalam amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas semangat, kekompakan, disiplin, dan daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh peserta selama digembleng di medan latihan.
“Menjadi anggota Brimob adalah sebuah kehormatan besar. Tidak semua orang mampu bertahan menghadapi kerasnya latihan dan tingginya tuntutan pengabdian yang dibebankan di pundak kalian. Jaga kehormatan baret tersebut,” tegas Kapolda Kalsel.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PJU dan Kapolres yang berhadir, menyebut kehadiran mereka sebagai wujud soliditas dan tanggung jawab bersama keluarga besar Polda Kalsel. Ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi juga dialamatkan kepada tim instruktur dari Korbrimob Kelapa Dua atas dedikasi luar biasa dalam membina dan mentransfer ilmu kepada para peserta.
Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring dengan cepatnya dinamika kamtibmas, perkembangan teknologi, dan tingginya ekspektasi masyarakat.
Brimob sebagai satuan pamungkas Polri dituntut untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam kondisi genting.
Brimob harus hadir tanpa ragu saat masyarakat membutuhkan rasa aman, mulai dari penanganan konflik sosial, mitigasi bencana alam, hingga tugas-tugas kemanusiaan.
Kekuatan terbesar Brimob tidak hanya terletak pada ketahanan fisik dan keberanian semata, melainkan pada disiplin, loyalitas, soliditas, dan semangat pengabdian kepada negara.
Menutup arahannya, Kapolda Kalsel memberikan beberapa penekanan krusial yang wajib dipedomani oleh seluruh personel Satbrimob Polda Kalsel:
1. Personel diminta untuk tidak pernah merasa cukup dengan kemampuan saat ini. Latihan harus dijadikan sebagai kebutuhan hidup yang berkelanjutan, bukan sekadar kewajiban formalitas.
2. Setiap anggota wajib menjaga mental, fisik, kekompakan, dan yang paling utama adalah menjaga kehormatan institusi.
3. Seragam dan baret yang dikenakan adalah simbol kepercayaan masyarakat. Kapolda menegaskan agar jangan pernah menodai kehormatan tersebut dengan pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, atau tindakan yang menyakiti hati rakyat.
4. Brimob Polda Kalsel harus mampu menampilkan citra pasukan yang profesional dan disiplin, namun tetap humanis serta selalu hadir memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat.
Di akhir amanatnya, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan membakar semangat para personel dengan menggemakan kembali core values dan motto pengabdian Korps Baret Biru Tua tersebut.
“Sekali Melangkah Pantang Menyerah, Sekali Tampil Harus Berhasil, Jiwaraga Kami Demi Kemanusiaan!”
Dengan pekikan motto yang menggelegar di bumi Karang Intan, Latihan Kemampuan Pelopor Personel Satbrimob Polda Kalsel Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel kini siap diterjunkan kembali ke kesatuan dengan kapasitas dan kesiapan mental yang baru demi menjaga kondusivitas di wilayah hukum Kalimantan Selatan.(Red/Hum)
