NTB,ikagawanews.id – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengerahkan 200 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah di Kalimantan. Personel tersebut ditugaskan untuk mendukung pemadaman, pemantauan titik api, serta patroli pencegahan di lima wilayah hukum kepolisian.
Pengerahan pasukan dalam rangka Bawah Kendali Operasi (BKO) Operasi Aman Nusa II itu ditandai dengan pelepasan dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) oleh Kapolda NTB Irjen Kalingga Rendra Raharja di Mataram, Jumat (16/10/2026).
Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid mengatakan, Kapolda menekankan pentingnya kesiapan personel sebelum dan selama menjalankan tugas kemanusiaan tersebut. Kesiapan fisik, mental, serta profesionalisme menjadi perhatian utama dalam menghadapi tantangan penanganan karhutla di lapangan.
“Bapak Kapolda NTB secara khusus menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga kesiapan fisik, mental, serta menjunjung tinggi profesionalisme di medan tugas. Ini adalah misi kemanusiaan yang membutuhkan dedikasi tinggi,” kata Kholid dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu (17/10/2026).
Selain kesiapan operasional, aspek kesehatan, keselamatan, integritas, dan nama baik kesatuan juga menjadi penekanan Kapolda kepada seluruh personel yang diberangkatkan. Para anggota diminta menjalankan tugas secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan selama bertugas.
“Saya berpesan kepada seluruh personel Satbrimob Polda NTB agar senantiasa menjaga integritas dan marwah kesatuan. Jaga kesehatan, terutama keselamatan diri personel di lapangan. Berangkat penugasan kemanusiaan 200 personel, kembali juga harus 200 personel lengkap,” tegas Kalingga sebagaimana dikutip Kholid.
Untuk mendukung efektivitas pergerakan pasukan dan mempercepat penanganan titik api, sebanyak 200 personel tersebut dibagi ke dalam 24 tim taktis. Setiap tim terdiri atas delapan personel dan ditempatkan di lima wilayah penugasan.
Rinciannya, Polres Kapuas dan Polres Pulang Pisau masing-masing mendapat enam tim atau 48 personel. Sementara itu, Polres Kotawaringin Barat, Polres Kotawaringin Timur, dan Polres Katingan masing-masing mendapat empat tim atau 32 personel.
Posko utama sekaligus kedudukan komandan batalyon penugasan dipusatkan di Kotawaringin Barat, tepatnya di Pangkalan Bun. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional untuk menjangkau wilayah penugasan dan memperkuat upaya penanganan karhutla.
Kholid berharap kehadiran personel Satbrimob Polda NTB dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak ancaman karhutla.
“Kehadiran 2 SSK Satbrimob Polda NTB ini diharapkan mampu mempercepat upaya pemadaman, pemantauan titik api, patroli pencegahan, serta memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari ancaman karhutla,” pungkas Kholid.(Red/Hum)
