Waspada El Nino 2026, Kapolresta Banda Aceh Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana

BANDA ACEH,ikagawanews.id – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia sepanjang musim kemarau 2026. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG), El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, lebih kering, dan disertai penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Di Indonesia, kondisi dari El Nino tersebut umumnya menyebabkan berkurangnya curah hujan sehingga meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seiring meningkatnya ancaman tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat langkah-langkah mitigasi, antara lain melalui pemantauan kondisi cuaca secara berkala, penyediaan cadangan air bersih, pengelolaan sumber daya air secara efisien, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Menghadapi kondisi tersebut, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi secara bersama-sama.

Setiap hari personel Polsek jajaran Polresta Banda Aceh mensosialisasikan bahaya nya Karhutla di desa binaan masing – masing. Dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar, menggunakan air secara bijaksana, serta menjaga lingkungan agar tetap terlindungi dari potensi kebakaran maupun kekeringan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan setelah bencana terjadi,” ujar KBP Andi Kirana.

Jangan melakukan pembukaan usaha dengan kegiatan pembakaran hutan, lahan, maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran. Kemudian, menghemat penggunaan air bersih serta memanfaatkan sumber air secara efisien dan sering membersihkan lingkungan dari material mudah terbakar seperti rumput dan semak kering di sekitar permukiman, harapnya.

Lalu kata Kapolresta, meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api, terutama di kawasan hutan, lahan gambut, dan perkebunan laporkan segera kepada aparat desa, BPBD, pemadam kebakaran, atau pihak berwenang apabila menemukan kebakaran agar dapat ditangani sejak dini dan sering mengikuti informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas, pungkasnya.(Red/Hum)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *